Kehilangan gigi/edentulism merupakan masalah kesehatan mulut yang signifikan pada lansia di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 37,2% lansia mengalami kehilangan gigi. Dampak kehilangan gigi pada lansia menyebabkan gangguan nutrisi/ malnutrisi karena mengalami kesulitan dalam mengunyah, gangguan fonetik, estetik sehingga memberikan dampak psikologis.
Rehabilitatif prostodontik sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut dengan pembuatan dan pemasangan gigi tiruan baik lepasan maupun permanen, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.
Desain dan bahan pembuatan gigi tiruan tergantung kasus, kondisi di dalam rongga mulut, dan harus memenuhi aspek dukungan, retensi, stabilisasi dan estetik. Desain dan bahan yang tepat akan memberikan kenyamanan pasien dalam menggunakan gigi tiruan. Pemakaian gigi tiruan ini dapat memulihkan fungsi pengunyahan, estetik, fonetik serta mempertahankan kesehatan rongga mulut yang tersisa pada jaringan keras maupun jaringan lunak.




Reviews
There are no reviews yet.